Mursyid TQN Suryalaya ke-38



Syeikh Muhammad 'Abdul Ghouts Saefullooh Maslul 
Al-Qodiri An-Naqsyabandi Al-Kaamil Qs.
Syeikh Muhammad 'Abdul Ghouts Saefullooh Maslul Al-Qodiri An-Naqsyabandi Al-Kaamil Qs. atau yang lebih dikenal dengan Abah Aos lahir pada tahun 1944 pada bulan Agustus dihari yang ke empat pas bulan Ramadhan.

Selain Haafidz Qur'an 30 juz Beliaupun menguasai cabang-cabang ilmu yang lain dengan dihiasi akhlaq dan tutursapa nan mulia.Tidak diragukan lagi Beliau adalah pembimbing ruhani bagi setiap insan dimukabumi.
Siapa saja yang mahabbah kepada beliau berarti pintu bahagia terbuka lebar dari dunia menembus akhirat.

Ada 2 Metode Untuk mengenal kemursyidan Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra.
 
1.Mengenal dalam cara Sains yaitu mengenal semua pemikiran baik yang berupa tulisan, saran, ceramah, artikel dan buku-bukunya.Dengan kata lain kita perlu mengenal pikiran, pemikiran, dan ide-ide dari seseorang yang mengenal pribadinya.

2.Melengkapi Cara yang pertama yaitu mengenal individu dengan meninjau kehidupannya dan menemukan latar belakang keluarganya, bagaimana beliau dilahirkan, garis keturunannya, bagaimana beliau melewati masa kanak-kanaknya, bagaimana beliau dibesarkan, dimana beliau belajar, siapakah guru-gurunya, peristiwa apakah yang pernah beliau alami dalam hidupnya dan sebagainya.

Beberapa tanda kemulian Abah Aos
 
1.Sebelum kelahirannya, ada orang tua yang terkenal tajam mata batinnya menyatakan bahwa: "Nanti di sebelah selatan Ciomas akan ada Ulama Besar, tempat orang bertanya ".
 
2.Abah_Sepuh pernah berkata (sambil berteriak) kepada lurah pabuaran : "Yeuh..engkemah ti panjalu teh turun lalakina euy - heii.. nanti itu akan turun dari panjalu laki-lakinya ".
 
3.Ketika beliau masih di dalam kandungan ibundanya(Ibu Hj Siti Muslihat), ibundanya bermimpi di datangi kakeknya Syekh Muhammad Kahfi bersama kakek sepupunya yang bernama Ajeungan Syarifudin Banjarsari-Banjarsana. Mereka berdua masuk ke rumah kecil membawa permadani dan lampu kristal dan mereka duduk bersama ibundanya.Lalu kakeknya memanggil ibundanya. "Neng...mama datang tidak lama, hanya memberi tahu bahwa neng akan mempunyai anak laki-laki. Kasih ia nama Abdul Gaos. Syukur-syukur ia dipesantrenkan, tidak juga anak itu akan mewarisi ilmu laduni " begitu kata kakek beliau.

4.Sewaktu beliau dilahirkan, tidak seperti bayi-bayi lain. Beliau lahir pada tanggal 14 Ramadhan 1363 / 4 Agustus 1944 M, pukul 15:00 wib, hari Jumat dengan tidak diiringi darah nifas setetespun langsung Ghoslu Al-Wiladah.

5.Salah seorang sepuh, Abah Endos yang sedang ronda malam sering melihat bulan jatuh ke kamar beliau.
 
6.Sewaktu beliau kecil sekitar tahun 1957, ibundanya yg waktu itu berkhidmat di dapur Abah Anom didatangi Pengersa Abah Anom dan bertanyakan keadaan putranya. Kata Abah Anom : " Naahh.. itu buat Abah, Abah perlu ".Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul pernah menuturkan, setiap amalan kebaikan seharusnya dilakukan terus dan meremehkan godaan yang datang. 
 
Seperti halnya ketika waktunya berzikir, tidak tergoda oleh kesibukan apapun. Pasalnya, dalam mengamalkan ajaran Rasulullah Muhammad Saw, tidak boleh setengah-setengah.

”Ibarat kita yang memiliki handphone dengan harga puluhan juta, tetapi tidak ada pulsanya. Sama saja tidak akan bisa digunakan sebagaimana mestinya. Shalat yang menjadi kewajiban umat Islam, tanpa ditambah dengan zikir sama halnya dengan handphone puluhan juta harganya, tapi tidak punya pulsa,” tuturnya.

”Ajaran tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah melarang umat untuk membenci ulama, menyalahkan ajaran orang lain dan meninggalkan tempat duduk ketika dirinya disinggung,” katanya.

Sementara itu sesepuh tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya KH Muhammad Sholeh menambahkan, tarekat tidak akan bisa berjalan ketika tidak ada gurunya (mursyid).”Ibarat shalat berjamaah, tentu harus ada imamnya. Kalau yang mengaku imam banyak, yang terjadi adalah dorong-dorongan. Inilah yang sering terjadi ketika perbedaan dimasalahkan. 
 
Pemimpin tentunya mampu seperti pohon pisang. Ia tidak akan berbuah sebelum mempunyai anak, dan tidak akan mati sebelum berbuah,” paparnya.Semoga Pangersah Syech Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul ra. yang selalu menghantarkan ruhani ini tuk selalu terhubung dengan Pencipta-Nya terus di dilimpahkan Allah keberkahan, karomah dan kebaikan untuk semua yang mengikuti beliau, Aamiin.(*)